Home / Nasional / Bela Negara Jadi Rekomendasi Utama yang Dihasilkan Halaqoh Nasional

Bela Negara Jadi Rekomendasi Utama yang Dihasilkan Halaqoh Nasional

Wakil Wali Kota Depok Pradi Supriatna bersama Menteri Pertahanan RI Ryamizard Ryacudu. (Foto: Twitter @Bang_Pradi)

DEPOK – Halaqoh Nasional Ulama Pesantren dan Cendikiawan Gerakan Dakwah Aswaja Bela Negara di Pondok Pesantren Al-Hikam, Beji, Depok, resmi ditutup Menteri Pertahanan RI Ryamizard Ryacudu, Selasa (31/10/2017).

Turut hadir dalam acara penutupan tersebut Wakil Walikota Depok Pradi Supriatna, Ketua Komisi Dakwah MUI KH. Cholil Nafis, Ketua Watimpres Sri Adiningsih. Acara yang digelar dalam dua tahap yakni tahap satu pada Selasa hingga Kamis (24-27 Oktober 2017) dan tahap dua pada Minggu hingga Selasa (29-31 Oktober 2017) telah menghasilkan empat rekomendasi.

Adapun rekomendasi tersebut, pertama, perlunya penyebaran guru agama atau ustadz yang membawa misi Dakwah Aswaja Bela Negara di pesantren dengan 3 T yakni terdepan, tertinggal dan terluar. Kedua, mengoptimalkan media online untuk penyebaran Dakwah Aswaja Bela Negara. Ketiga, memperbanyak buku-buku kajian Dakwah Aswaja Bela Negara dan terakhir mengadakan kerjasama yang intens antara pemerintah dengan ulama pesantren dalam kegiatan-kegiatan tentang Bela Negara.

Dalam sambutannya, Menhan Ryamizard Ryacudu mengatakan bahwa Islam adalah agama yang lengkap dan komprehensif dimana segala ajaran, arahan dan larangannya merangkum segala aspek kehidupan manusia, termasuk didalamnya konsep Bela Negara. “Bela negara merupakan salah satu perwujudan berukhuwah dalam Islam, yakni Ukhuwah Wathoniyah yang berarti mencintai dan bersaudara dengan yang sebangsa dan setanah air,” kata Menhan.

Dirinya juga berharap melalui acara ini akan tumbuh kesadaran kita semua dan siap menjadi duta Kementerian Pertahanan dalam membangun semangat Bela Negara dan Cinta Tanah Air. “Jika kesadarn Bela Negara tinggi, maka pengaruh ajaran radikalisme tidak akan terjadi kepada masyarakat,” ungkapnya.

Sementara Wakil Walikota Pradi Supriatna ditemui usai acara mengatakan bahwa kesadaran bela negara sesuai dengan norma dan ajaran Islam. “Kesadaran Bela Negara akan membangun karakter anak bangsa yang melahirkan sikap dan perilaku kesadaran untuk membela bangsa dan negaranya,” kata Pradi.

Dirinya juga menyampaikan apresiasi kepada segenap panitia penyelenggara dan berharap melalaui kegiatan ini dapat meningkatkan ukhuwah islamiyah diantara pesantren, para ulama serta para cendikiawan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *