Home / Seputar Depok / Petugas Potong Hewan Kurban di Depok Harus Perhatikan Hal Ini

Petugas Potong Hewan Kurban di Depok Harus Perhatikan Hal Ini

Ilustrasi hewan kurban. (Istimewa)

DEPOK – Memotong hewan kurban tidak bisa dilakukan sembarangan. Petugas juga perlu memperhatikan darah hewan yang dipotong dengan menggali tanah lebih dalam, sebagai wadah untuk menaruh darah bekas hewan yang disembelih. Upaya ini untuk meminimalisir penyakit yang ditimbulkan dari sisa darah pemotongan hewan kurban tersebut.

Galilah lubang untuk darah yang dalam, supaya tidak ada bakteri. Setelah lubang ditutup tanah, sebaiknya di atasnya ditaburkan kapur gamping untuk memastikan bakteri dari darah tersebut sudah mati dan tidak memicu timbulnya penyakit baru yang dapat menular ke manusia,” ujar Koordinator petugas potong hewan kurban se-Kota Depok, Sri Estuningsih, di sela kegiatan Rakor Hewan Kurban di aula lantai 5 Balai Kota Depok, dilansir depok.go.id, Senin (28/08/17).

Sri yang dari Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Institut Pertanian Bogor (IPB), juga mengimbau petugas yang melakukan pemotongan daging agar tidak menumpuk daging di satu tempat. Sebab, hal tersebut bisa menimbulkan bakteri baru yang akan tumbuh.

“Kalau daging ditumpuk, akan mengundang lalat untuk datang dan hinggap. Ini bisa menyebarkan penyakit dari satu daging potong ke daging lainnya. Lebih baik setelah dibagi-bagi, langsung di kemas. Dikemasnya pun tidak boleh menggunakan kantong plastik hitam, karena itu plastik daur ulang yang bisa mengundang penyakit di masa yang akan datang,” tambah wanita yang juga ahli patologi anatomi tersebut.

Senada dengan itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKPPP) Kota Depok, Farah Mulyati menuturkan, untuk pemeriksaan postmortem atau setelah pemotongan, jika hewan sehat akan menunjukkan beberapa ciri seperti bentuk daging masih segar, warnanya tidak pucat, serta bau yang tidak menyengat.

“Jika mengandung penyakit hewan, maka daging harus dimusnahkan semuanya atau beberapa bagian tertentu, tergantung jenis penyakitnya. Kalau semua pemeriksaan sudah dijalankan, maka daging siap untuk dibagikan. Semoga semua petugas bisa memperhatikan hal-hal tersebut untuk kepentingan bersama,” pungkasnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *