Home / Seputar Depok / Urai Kemacetan Imbas SSA, Warga Usulkan Jalan Arief Rahman Hakim Dibuat Satu Arah

Urai Kemacetan Imbas SSA, Warga Usulkan Jalan Arief Rahman Hakim Dibuat Satu Arah

Penumpukan kendaraan di Fly Over Arief Rahman Hakim, Kamis sore (3/8). (Foto: san/DepokPos)

DEPOK – Uji coba penerapan jalur dengan Sistem Satu Arah (SSA) pada dua ruas jalan utama di Kota Depok sudah mulai dilakukan sejak Sabtu (29/7). Secara umum, uji coba tersebut berjalan dengan lancar, namun dibeberapa titik justru menimbulkan kemacetan baru.

Pantauan DepokPos di beberapa titik diluar jalur SSA seperti di Jalan Margonda tepat di depan Balaikota Depok hingga pertigaan Ramanda, terjadi kepadatan kendaraan. Penumpukan lebih parah justru terjadi di Jalan Arief Rahman Hakim (ARH) arah Jalan Nusantara.

Penumpukan didepan Balaikota Depok hingga terminal dan pertigaan Ramanda terjadi karena tidak teraturnya Angkutan Kota (Angkot) di pintu Terminal Depok. Masih banyak angkot yang berhenti atau ngetem didepan terminal hingga membuat arus semakin tersendat.

Ditambah dengan meningkatnya volume kendaraan yang melintas jalur tersebut akibat diberlakukannya SSA sementara tikungan ke arah Jalan ARH hanya mampu dilalui satu jalur kendaraan. Penyempitan (neck bottle) tersebut mengakibatkan antrian kendaraan yang akan melintas Jalan ARH.

Pendiri sekaligus penggiat Institut Musik Jalanan (IMJ), Andi Malewa, menjadi salah seorang yang terpaksa “menikmati” kemacetan efek dari diberlakukannya SSA ini setiap harinya mengingat markas IMJ berada persis di ujung Fly Over ARH yang saat ini menjadi macet luar biasa.

“Kalau kita lewat jalur yang diberlakukan SSA, memang tampak sekali hasilnya. Nyaris tidak ada lagi kemacetan kecuali disekitar pintu rel (Dewi Sartika), itupun hanya ketika ada kereta yang melintas. Tapi sayangnya, dampak dari SSA ini justru menimbulkan kemacetan baru diluar jalur SSA, yakni di Margonda dan ARH,” jelas Andi kepada DepokPos saat dikonfirmasi, Kamis sore (3/8).

Lebih lanjut, Andi mengatakan perlunya dipikirkan solusi dari dampak penerapan SSA ini, terutama diluar jalur SSA yang terkena imbas.

“Jalur SSA-nya bagus, ngga macet. Cuma imbasnya ya Margonda dan ARH ini, jadi macet banget. Nah, ini butuh solusi. Mumpung masih uji coba, mungkin pihak terkait bisa memberikan alternatif lain untuk menghindari kemacetan ini,” tutur Andi.

Kepadatan kendaraan di Jalan Arief Rahman Hakim, Kamis sore (3/8). (Foto: San/DepokPs)

Ditempat terpisah, Iwan (34), salah seorang driver ojek online yang biasa mengangkut penumpang dari Stasiun Depok Baru mengatakan bahwa kemacetan di ARH memang menjadi semakin parah sejak diberlakukannya SSA.

“Iya betul memang semakin parah, mungkin dampak tak terduga dari penerapan jalur satu arah ini. Nusantara dan Dewi Sartika lancar, macetnya malah disini (ARH)” jelas Iwan saat ditemui di sekitar Stasiun Depok Baru, Kamis sore.

Ketika ditanya soal kemungkinan solusi yang bisa diberikan untuk mengurai kemacetan ini, Iwan mengaku memang agak rumit mengingat luas jalan juga terbatas sementara volume kendaraan saat tinggi.

“Mumpung masih uji coba ya, mungkin bisa di coba selama beberapa hari Jalan ARH ini dibuat satu arah juga. ARH ini kan ada dua jalur, nanti yang (jalur) kiri untuk kendaraan yang mau ke arah Nusantara dan yang (jalur) kanan untuk kendaraan yang kearah Beji,” tutur Iwan.

Meski begitu, Iwan mengatakan hal tersebut pastinya juga akan menimbulkan pro kontra mengingat jika ARH diterapkan satu arah, maka warga sekitar yang akan menuju Margonda akan memutar jauh melewati Jalan Nusantara dan Dewi Sartika.

“Termasuk kita-kita driver ojek, pastinya butuh bensin lebih karena harus memutar jauh. Tapi menurut saya, saat ini yang paling masuk akal dan bisa dengan cepat dilakukan untuk mengurai kemacetan di ARH ya itu tadi, dicoba ARH dibuat satu arah,” jelas Iwan.

Iwan juga menambahkan bahwa jika ARH dibuat satu arah, penumpukan kendaraan di Margonda dari depan Balaikota hingga pertigaan Ramanda tetap tidak bisa dielakkan.

“Karena memang belokan dari arah terminal menuju ARH terlalu kecil, hanya muat satu jalur kendaraan. Ini pastinya bakal ada penyempitan dan antrian kendaraan yang mau berbelok dari arah terminal ke ARH,” tambahnya.

Menurut Iwan, Pemkot Depok harus cepat dan serius untuk mengevaluasi penerapan SSA ini. Dan yang lebih penting adalah inovasi untuk bagaimana agar dengan diterapkannya SSA ini tidak membuat lancar di titik-titik tertentu namun sekaligus menimbulkan titik-titik macet yang baru. (San)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *