Home / Seputar Depok / Komunitas Daun Salam Gelar Seminar Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak

Komunitas Daun Salam Gelar Seminar Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak

 

 

Kumpulan perempuan alumni Akademi Pimpinan Perusahaan (APP) Jakarta, memiliki sebuah komunitas yang kurang lebih sudah terbentuk satu tahun. Komunitas tersebut bernama Daun Salam yang merupakan komunitas bergerak cenderung kepada hal-hal sosial.

Untuk pertama kalinya, komunitas daun salam menyelenggarakan seminar bertajuk “Saatnya Perempuan Bicara Untuk Kota Depok Bebas dari Kekerasan”. Sukses selenggarakan seminar dengan menghadiri Sahat Farida Berlian Anggota DPRD Kota Depok, Hj. Elly Farida Ketua P2TP2A kota Depok, Retno Listiarty Komisioner KPAI, dan Saur Tumiur Situmorang, Komisioner Komnas Perempuan .  Seminar tersebut terselenggara di D Mall Lantai 3, Depok, Jawa Barat pada Sabtu, 06 Oktober 2018.

Kekerasan terhadap perempuan dan anak merupakan pelanggaran hak asasi manusia, secara nyata telah menyebabkan perempuan menerima berbagai perlakuan yang merendahkan, mengingkari martabat kemanusiaannya dan telah berdampak terhadap menurunnya kualitas hidup perempuan korban serta mempengaruhi masa depan korban untuk hidup yang lebih baik dan lebih adil, baik bagi dirinya maupun keluarganya.

Seiring dengan berkembangnya Kota Depok membuat semakin tinggi pula persoalan-persoalan sosial di masyarakat, khususnya berdampak pada semakin tingginya kerentanan bagi perempuan dan anak. Berdasarkan pelaporan masyarakat yang masuk di Unit Pelayanan Perempuan dan Anak Polresta Depok, dan P2TP2A Depok, jumlah kekerasan yang terjadi di kota Depok dalam kurun Januari-Juni 2018 tercatat telah mencapai 60 kasus, trend kasusnya naik, dibandingkan pada 2016 yang hanya 36 Jenis kasus yangpaling banyak adalah kasus asusila atau kekerasan pelecehan seksual.

Pada kesempatannya, Elly Farida menuturkan bahwa meskipun kota Depok dinyatakan sebagai kota penyangga, kota ramah anak, sahabat keluarga, tak dipungkiri kota Depok masih banyak terlibat kasus-kasus kekerasan terhadap perempuan, anak dan kasus lainnya.

“Dinamika kasus yang terjadi di kota Depok cukup kompleks, sehingga tidak bebas dari permasalahan sampai 0%, pasti ada laporan-laporan kasus,” ucap Elly.

Komentar