Home / Nasional / Menumbuhkan Desa Tangguh dan Produktif, Dompet Dhuafa Rangkul Masyarakat Melalui Pelatihan Pengembangan Usaha Ekonomi

Menumbuhkan Desa Tangguh dan Produktif, Dompet Dhuafa Rangkul Masyarakat Melalui Pelatihan Pengembangan Usaha Ekonomi

JAKARTA– HUT ke-25 tahun Dompet Dhuafa merupakan perjalanan yang panjang dan patut mendapatkan apresiasi. Membangkitkan masyarakat dhuafa untuk lebih berdaya serta menjadi penggerak pembaharuan di wilayahnya. Dompet Dhuafa melalui pemberdayaan disektor ekonomi sejak tahun 1993 hingga 2017 mencapai total 689.383 jiwa . (Selasa, 10/07).

“Sebagai lembaga nirlaba milik masyarakat indonesia yang berkhidmat mengangkat harkat sosial kemanusiaan kaum dhuafa dengan dana ZISWAF (Zakat, Infaq, Shadaqah dan Wakaf) serta dana lainnya yang halal dan legal, maupun dari perorangan, kelompok, perusahaan/lembaga) akan terus memberikan mensejahterahkan kaum dhuafa yang ada di Indonesia maupun yang ada dibelahan dunia dengan dukungan para wakif. Dengan umur yang 25 tahun ini kami akan menjaga kepercayaan berbagai pihak yang sudah mempercayai Dompet Dhuafa untuk tempat menyalurkan ZISWAFnya “. Ucap drg. Imam Rulyawan, MARS., selaku Direktur Utama Dompet Dhuafa Filantropi.

Bertambahnya usia, Dompet Dhuafa terus melakukan perluasan program pemberdayaan ekonomi kerakyatan yang berbasis pada pemberdayaan masyarakat desa berbasis teknologi tepat guna yang murah dan aplikatif, kami mendorong seluruh komponen masyarakat yang memiliki kompetensi untuk dapat bekerjasama dengan kami melalui program grant making Dompet Dhuafa 2017 sebagai upaya menumbuhkan Desa tangguh dan produktif dengan mendorong 3 isu sentral yang dapat dijadikan sebagai dasar dari pengembangan program yang terbagi dalam tiga bidang yakni peternakan, pertanian, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dan Pesisir.

“Diharapkan dengan upaya menumbuhkan Desa tangguh dan produktif dapat memberikan efek positif serta meciptakan daya saing kuat dalam rangka perekonomian global, menjaring minat masyarakat untuk memajukan pedesaan sehingga pertumbuhan kesejahteraan ekonomi baik kota maupun desa tidak mengalami ketimpangan”, tutup drg. Imam Rulyawan, MARS.

Komentar