Home / Feature / Meraih Keberkahan Orang Tua

Meraih Keberkahan Orang Tua

“Dan tuhanmu telah memerintahkan agar jangan menyembah selain dia, dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak. Jika salah seorang diantara keduanya atau ke dua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka jangan sekali-kali engkau mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah engkau membentak keduanya dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik.” (Q.s Al-isra : 23)

Ayat diatas agaknya cukup menjadi tamparan bagi kita yang kadang lalai terhadap orang tua, lalai akan perintah orang tua serta lalai terhadap Allah SWT. Tidak jarang mungkin sempat terucap perkataan yang menyakiti dan mengecewakan orang tua.
 
Begitu dianjurkannya birrul walidain ( berbakti kepada orang tua ) ini, Allah SWT menegaskannya dalam beberapa ayat di dalam Al-Qur’an, seperti dalam surat An-Nisaa : 36, surat Lukman : 14-15 dan Al-ankabut : 8.
Semoga itu menjadi bahan introspeksi bagi kita semua. Bahwa berbakti kepada orang tua merupakan amalan paling utama setelah sholat lima waktu, juga perbuatan yang amat dianjurkan oleh Allah SWT terhadap hambanya. Jika mengucapkan kata “ah” saja kepada orang tua tidak diperbolehkan agama, apalagi mengucapkan kata-kata atau memperlakukan keduanya dengan lebih kasar daripada itu.

Selain sebagai salah satu amalan paling utama yang dianjurkan, berbakti kepada kedua orang tua juga merupakan bukti kepatuhan kita terhadap Allah SWT, bukan memposisikannya sebagai balas budi, melainkan sebagai kewajiban. Karena sungguh, jasa orang tua tidak akan pernah terbayarkan meskipun katakanlah kita memberikan separuh dari dunia kepada keduanya. Seorang anak, meskipun telah berkeluarga, tidak pernah hilang kewajibannya untuk berbakti kepada orang tua.

Selain keutamaan tersebut diatas, berbakti kepada kedua orang tua memberikan dampak sosial tersendiri bagi kita. Karena anak yang cenderung dekat dengan orang tuanya, senantiasa patuh dan terjaga hubungan baik dengan orang tua akan memiliki perangai yang baik. Baik terhadap keluarganya serta baik tindak tanduknya dalam masyarakat.

Sungguh, doa orang tua adalah doa paling mustajab karena tidak ada penghalang diantaranya menuju Allah SWT. Ridhonya Allah terletak pada ridhonya orang tua. Jika orang tua sudah ridho, maka segala urusan kita dalam menuntut ilmu, pekerjaan, dan segala urusan hidup kita senantiasa dipermudah oleh Allah SWT. Dan Insyallah kita termasuk kedalam golongan orang-orang shalih yang kelak diperkenankan masuk syurganya Allah SWT.

Banyak hal yang dapat dilakukan sebagai bentuk bakti kita terhadap orang tua, seperti menjaga dan memelihara ucapan dan sikap, rendah diri disertai dengan kasih sayang dihadapan orang tua,bersikap taat serta mendoakan keduanya. Atau apabila keduanya telah wafat, mintalah ampunan kepada Allah atas dosa yang pernah kita perbuat, menshalatkannya dan mengantarkan jenazah keduanya ke dalam kubur, membayar hutang-hutangnya, menjalankan wasiat keduanya sesuai syariah, tetap menyambung silaturahmi dengan kerabat diantara keduanya, serta meminta ampunan untuk kedua orangtua kita.

“Dan rendahkanlah dirimu terhadap keduanya dengan penuh kasih sayang dan ucapkanlah wahai Tuhanku, sayangilah keduanya sebagaimana mereka telah mendidik aku pada waktu kecil.” ( Q.s Al-isra : 24).

Berbaktilah kepada orang tua karena kita masih diberi kesempatan oleh Allah SWT, semoga kita menjadi anak yang senantiasa memuliakan orang tua layaknya Uwais al-Qarni yang subhanallah, ia menggendong ibunya yang sudah tua untuk pergi menunaikan ibadah haji dari Yaman ke Mekkah,menempuh jarak yang amat jauh. baktinya pada orang tua patut dijadikan tauladan dan motivasi bagi kita agar selalu dan terus memuliakan kedua orang tua.(Dinar Rahmayanti)

Komentar