Breaking News
Home / Artikel / Alur Pembuangan Sampah Yang Salah

Alur Pembuangan Sampah Yang Salah

Sampah adalah kotoran yang dapat merusak lingukungan. Di Indonesia banyak sekali slogan-slogan yang berisikan ajakan untuk “Membuang Sampah Pada Tempatnya”. Tetapi tetap saja warga Indonesia belum juga memiliki kesadaran untuk merawat lingkungan. Banyak dari mereka yang masih membuang sampah di sungai, ataupun tidak memilah antara sampah organic dan anorganik. Padahal di Indonesia sendiri pun sudah banyak tempat sampah yang mengklasifikasikan antara sampah organic dan anorganik. Pemerintah pun sudah melakukan berbagai cara untuk menangani pemasalahan sampah ini.

Permasalahan sampah ini pun sudah menjadi permasalahan yang serius. Seperti yang dilansir dari CNN berdasarkan data dari Jambeck (2015) Indonesia berada di perigkat kedua di dunia penghasil sampah plastik terbesar ke laut yang mencapai 187,2 juta ton setelah Cina. Pemerintah pun telah mencoba berbagai cara seperti; daur ulang biji plastic, program kantung plastic berbayar, open dumping system, landfill system dan lain sebagainya. Namun cara-cara tersebut belum juga berhasil menangani masalah sampah di Indonesia ini.

Bantar Gebang pun sebagai tempat pembuangan akhir sampah pun kini semakin memburuk. beberapa ton sampah per tahunnya datang ke tempat ini. Apabila musim kemarau datang, daerah sekeliling TPA diliputi kabut. Kabut ini bukan hanya datang malam hari, melainkan juga siang hari. Kabut ini berbau apek dan menyengat. Alhasil, para warga terpaksa memakai masker. Ketika itu pulalah, keluhan gangguan ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan Akut) di Puskesmas setempat meningkat. Sementara itu pada musim penghujan jalanan menjadi becek, bau busuk, dan menyebar.

Begitu bahayanya sampah bagi kesehatan manusia. Tidak hanya sebagai wabah penyakit sampah pun dapat membawa bencana alam, seperti banjir. Banjir pun kerap datang di kota-kota besar di Indonesia, seperti halnya banjir yang sudah langganan datang ke Jakarta di setiap musim penghujan. Sebenarnya, banjir ini pun dapat dicegah dengan menjaga lingkungan, membiasakan diri untuk tidak membuang sampah di sungai ataupun membersihkan saluran air dari sampah. Tapi sepertinya, hal seperti itu sulit dilakukan di Indonesia.

Kesadaran warga Indonesia akan kebersihan masih sangat rendah. Usaha pemerintah pun untuk menanggulangi sampah tidak akan pernah berhasil jika tidak ada dukungan dari masyarakatnya. Masyarakat Indonesia paling tidak harus memiliki kesadaran untuk membuang sampah pada tempatnya, serta membuang sampah sesuai jenisnya (organic atau anorganik). Dan seharusnya pemilahan sampah berdasarkan jenis ini tidak hanya dilakukan di awal oleh masyarakat, tetapi juga hingga tahap akhir yaitu di TPA harus dipisahkan juga antara sampah organic dan anorganik. Masyarakat memulai dengan memilah sampah organic dan anorganik, maka tidak seharusnya sampah-sampah itu dicampur lagi di TPA. Hal ini supaya pengelolaan terhadap sampah akan lebih mudah, sampah organic akan lebih mudah melakukan pelapukan di tanah. Sedangkan sampah anorganik dapat dikelola kembali menjadi hal yang bermanfaat. Dengan ini tidak akan terjadi lagi penumpukan sampah di TPA. (Asyfa Audya I/UNJ)