Breaking News
Home / Oase / Belajar Kepribadian dari Saydati ‘Aisyah r.a

Belajar Kepribadian dari Saydati ‘Aisyah r.a

Ilustration

Engkaulah wanita suci

Engkau bukanlah wanita hina seperti yang mereka tuduhkan

Engkau adalah wanita suci yang cerdas

Siapakah ‘Aisyah r.a.?

            Dialah yang memiliki nama lengkap ‘Aisyah binti Abubakar Ash-Shiddiq, ‘Aisyah r.a anak dari  khalifah pertama dan manusia paling baik sesudah para nabi dan rasul. Abu bakar r.a adalah sahabat setia Rasulullah saw. dan penolongnya. Ia  yang selalu setia menemani setiap perjalanan hidupnya. Abu bakar r.a merupakan sahabat yang paling dekat dihati Rasulullah dan sekaligus penasehat terbaik bagi rasulullah saw. dialah pengganti rasulullah setelah rasulullah wafat dan putrinya ‘Aisyah, adalah perempuan yang dipersunting oleh nabi dan perempuan yang paling beliau cintai.

            Dialah ‘Aisyah al-quraissiyah at-tamimiyyah. Ia biasa di panngil Ummu Abdillah ‘Aisyah pernah berkata, ’’Ketika ‘Abdullah bin Zubair dilahirkan, aku membawanya menghadap Rasulullah. Rasulullah mengunyah kurma lalu menyuapkannya ke mulut ‘Abdullah. Itulah makanan yang pertama kali masuk ke perutnya. Pada waktu itu rasulullah berkata, ini adalah ‘Abdullah,dan engkau adalah Ummu ‘Abdillah (ibu ‘Abdullah). Sejak saat itulah aku di panggil dengan sebutan ummu ‘Abdillah, meskipun aku belum pernah mempunyai anak sama sekali.

            Dialah ‘Aisyah ummul mu’minin, istri Rasulullah saw. di dunia dan akhirat, dialah istri tercinta yang paling dekat dihati beliau. ‘Aisyah seorang ahli ibadah yang cerdas. Dialah yang mendapatkan pembelaan langsung dari langit ketujuh dengan ayat yang senantiasa dibaca oleh jutaan manusia, baik siang atau malam.

            ‘Aisyah adalah salah satu di antara anak yang dilahirkan dalam keadaan islam. Ia dilahirkan delapan tahun sesudah Fatimah. ‘Aisyah pernah berkata, ’’kedua orang tuaku sudah beragama islam, sejak aku mengenalnya.’’

            Rasulullah saw. menikahi ‘Aisyah di usia 7 tahun dan tinggal Bersama ‘Aisyah ketika berusia 9 tahun. ketika Rasulullah wafat di usia ke-63, usia ‘Aisyah kala itu 19 tahun. Di  umur ‘Aisyah yang 19 tahun ‘Aisyah sudah mengemban banayk amanah untuk menyampaikan ilmu mengenai hukum-hukum islam kepada umat islam kala itu. Hingga akhirnya ia bisa menyebarkan ilmu tersebut keseluruh penjuru dunia. Ia riwayatkan hadist-hadist Rasulullah saw,dan tidak ada seorang sahabatpun yang menyaingi jumlah hadist yang ia riwayatkan, kecuali Abu Hurairah dan ‘Abdullah bin ‘Umar r.a.

            Az-zuhri berkata, ’’Seandainya ilmu semua umat di kumpulkan lalu di kumpulkan dengan ilmu ‘Aisyah, sungguh tidak aka ada yang menandingi keluasan ilmunya.”  Kita tidak heran dengan segala kepandaian kefasihan lidah ‘Aisyah.’Aisyah hidup selama 50 tahun setelah Rasulullah saw wafat. 9 tahun usia dewasa ia habiskan untuk menemani Rasulullah. Separuh dari usia tersebut ia habiskan dalam masa kanak-kanak, setelah ia dewasa dan menghabiskan banyak ilmu, Rasulullah wafat, sepeninggalan Rasulullah. ‘Aisyah menjadi sosok manusia yang paling pandai, paling zuhud, dan paling wara’ (hati-hati) di dunia.

            Namun pertanyaan yang harus sering kita ulang ialah “bukankah ‘Aisyah juga wanita biasa seperti wanita-wanita lain? Bukankah ‘Aisyah juga merupakan sosok istri biasa yang mempunyai kesibukan dalam rumah tangga?”

            Memang, ‘Aisyah seperti wanita biasa lainnya yang berpindah dari keluarga sang ayah menuju keluarga suaminya hingga wafatnya. Lalu dari mana ‘Aisyah mampu menguasai ilmu fiqih dan ilmu-ilmu lainnya? Darimana ia dapat belajar sabar, zuhud, dan lain-lain? Darimana ia memperoleh keberanian menyampaikan kebenaran? Ya, kenyataannya seperti itu inilah ‘Aisyah, istri Rasulullah saw, yang menjalani hidupnya Bersama beliau. Dialah wanita yang tumbuh dalam madrasah Rabbani, madrasah rasulullah.ia habiskan siang dan malamnya untuk mempelajari ilmu dan adab dari beliau.

            Tidak pernah sedikitpun waktu terlewat, tidak pernah satu kesempatan berlalu, kecuali ‘Aisyah bertanya kepada Rasulullah saw. hubungan Rasulullah bagi dirinya tidak hanya sebagai suami saja, bahkan lebih jauh dari pada itu. Di samping sebagai sososk suami, Rasulullah merupakan sosok guru dan pembimbing bagi dirinya. Sehingga tidak heran jika banyak istri-istri Rasulullah dan para sahabat yang mencari ilmu dari ‘Aisyah. Karena ‘Aisyah satu-satunya istri yang mempunyai ilmu luas. Tidak ada satupun istri Rasulullah yang menyamai keluasan ilmunya. ‘Aisyah meniru semua yang ada pada diri Rasulullah saw, baik akhlak, tertawa, maupun marahnya. Begitu pula dengan kezuhudan, kehati-hatian, kekhusyuan, keadilan, kecerdasan, dan kebaikannya. Semuanya sama persis dengan Rasulullah. Jika kita ingin melihat ibadah dan tangisan beliau ditengah malam, lihatlah ‘Aisyah r.a. Huallahu ‘alam

            Itulah Torehan tinta emas perikehidupan ‘Aisyah binti Abubakar r.a semoga kita semua bisa mengambil hikmah dibalik perjalanan hidup ‘Aisyah r.a. ( Iin Farlina mahasiswi/STEI SEBI)