Breaking News
Home / Feature / BUKA KEMBALI KITAB SUCIMU

BUKA KEMBALI KITAB SUCIMU

Setiap orang memiliki 24 jam yang sama dalam sehari, tetapi berbeda dalam penggunaannya. Ada yang setiap detiknya digunakan untuk mendekatkan diri pada Illahi dan tak sedikit juga yang mengejar duniawi. Naluri seorang muslim tentunya berharap hidup mulia dan masuk surga. Tapi untuk meraihnya dibutuhkan upaya konkrit juga doa yang melangit

Ada yang ketika diberi cobaan menjadikannya dekat dengan Sang Illahi ada juga yang malah memilih mengingkari ketentuan Sang Rabbi. Ada yang ketika diberi nikmat ia mensyukurinya dan ada yang malah kufur terhadapnya. Hidup adalah pilihan, dan setiap pilihan akan di pertanggungjawabkan.

Disadari ataupun tidak, faktanya banyak ummat muslim di Indonesia yang tidak menjadikan Al-Quran sebagai pedoman utama dalam kehidupannya. Bahkan tidak sedikit pula ummat muslim di Indonesia yang menganggap Al-Quran sebagai pedoman hubungan manusia dengan Tuhannya saja. Padahal Al-Quran adalah kitab yang menjelaskan segala aspek kehidupan, termasuk kehidupan bernegara, bersosialisasi, berumah tangga, dan seluruh aspek kehidupan lainnya.

Sebetulnya ada banyak hal yang perlu kita benahi terkait permasalahan kondisi negara kita saat ini. Namun, akan sangat panjang apabila semua permasalahan tersebut dibahas satu-persatu. Disini hanya akan dibahas mengenai masalah ekonomi, dimana masalah ini berpengaruh cukup besar terhadap kemajuan negara kita.

Ekonomi merupakan siklus aktivitas manusia yang berkaitan dengan produksi, distribusi dan konsumsi. Ia merupakan faktor terpenting dalam menunjang kemajuan suatu negara. Sehingga lemahnya pertumbuhan ekonomi mengakibatkan terhambatnya kemajuan ekonomi di suatu negara. Dengan demikian, Al-Quran sebagai petunjuk bagi seluruh manusia hadir memberi solusi terbaik untuk membangkitkan kekuatan ekonomi di negara ini.

Solusi yang ditawarkan dalam Al-Quran, yaitu :

  1. Zakat, Infaq, dan Sedekah

Fenomena kemiskinan di Indonesia sudah menjadi tidak asing lagi di teliga kita. Kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya zakat, infaq, dan sedekah merupakan faktor utama dari fenomena ini. Padahal banyak sekali ayat Al-Quran yang memerintahakan agar menyisihkan harta kita untuk zakat, infaq, dan sedekah. Misalnya dalam Q.S Al-Baqarah : 110, 177, & 245. Dari beberapa ayat tersebut dapat kita ketahui bahwa perintah zakat, infaq, dan sedekah itu memiliki banyak hikmah dan manfaat. Dengan kita menyisihkan harta kita untuk zakat, infaq, dan sedekah maka perputaran  uang akan lebih merata, sehingga kesenjangan ekonomi di Indonesia dapat teratasi, juga akan mempercepat pertumbuhan ekonomi di Indonesia.

  • Utang Piutang Berbasis Syariah

Tujuan diperbolehkannya transaksi utang piutang adalah agar manusia bisa saling membantu dan tolong-menolong. Namun sayang, ketidaktahuan masyarakat akan aturan utang piutang dalam Al-Quran menjadikan mereka membuat aturan utang piutang dengan senaknya. Akibatnya transaksi ini digunakan oleh sebagian masyarakat untuk mencari keuntungan sebanyak-banyaknya. Al-Quran sebagai petunjuk bagi manusia mengisyaratkan kepada kita bahwa transaksi utang piutang yang  sesungguhnya adalah dengan konsep ta’awun (tolong-menolong). Disebutkan dalam Q.S Al-Baqarah : 180 Bahwa tatkala orang yang berhutang benar-benar belum sanggup membayar ketika jatuh tempo maka orang yang menghutangi wajib menunggu sampai orang yang berhutang mampu membayarnya, bukan malah memberikan denda. Karena riba tidaklah menambah disisi Allah juga riba merupakan salah satu dosa besar.

  • Jual Beli Berbasis Syariah

Jual beli merupakan salah satu sumber kekuatan ekonomi terbesar bagi masyarakat di Indonesia. Namun, sangat sedikit sekali pelaku pasar yang memperhatikan dan menerapkan aturan jual beli yang telah dijelaskan dalam Al-Quran. Akibatnya, banyak transaksi jual beli dengan cara bathil sehingga salah satu pihak akan merasa terdzolimi. Padahal, konsep jual beli adalah antaraadlin min kum (suka sama suka), maka ketika konsep jual beli ini diterapkan  maka tidak ada lagi yang terdzolimi karena suka sama suka di antara keduanya.

Memang tak semua aturan yang ada di dalam Al-Quran langsung bisa kita terapkan. Langkah awal untuk memperbaiki kondisi negeri ini adalah dengan menerapkan sedikit demi sedikit apa yang ada di dalam Al-Quran yang niscaya akan memiliki pengaruh yang cukup besar untuk kemajuan negara kita. Tentunya ini semua atas izin Allah subhanahu wata’ala. Wallahu ‘alam bishawab. ( Nurazizah / STEI SEBI)