Home / Pemkot / Depok Canangkan Pembuatan 1 Juta Lubang Resapan Biopori

Depok Canangkan Pembuatan 1 Juta Lubang Resapan Biopori

(Foto: Diskominfo)

DEPOK – Pemerintah Kota Depok melalui DLHK Kota Depok mencanangkan Aksi Pembuatan Satu Juta Lubang Resapan Biopori di Kota Depok. Pencanangan aksi dimulai dan dibuka secara resmi oleh Wali Kota Depok Mohammad Idris di RW 01 Kelurahan Ratujaya, Cipayung, (02/11/2018)

Pembuatan yang ditarget mencapai satu juta lubang selama setahun ini, sebagai bentuk investasi penyelamatan lingkungan dari kekurangan air maupun kelebihan air yang berakibat banjir karena air tak terkelola dengan baik.

“Hari ini kita lakukan pembuatan 50 lubang biopori di lahan warga yang dipinjamkan. Tujuannya selain sebagai bentuk antisipasi kekeringan, kegiatan ini juga sebagai bahan percontohan, agar seluruh masyarakt di Kota Depok ikut melakukan hal serupa,” ujar Kepala DLHK Kota Depok, Ety Suryahati, di lokasi pembuatan satu juta Lubang Resapan Biopori (LRB).

Dikatakannya, saat ini air tanah sudah mulai mengalami degradasi, sehingga untuk mengembalikan air tanah, diperlukan lubang biopori yang berfungsi sebagai resapan. Karena itu, dirinya juga mengapresiasi inisiatif warga RW 01 yang sudah membuat lubang biopori.

“Selama ini DLHK Kota Depok telah melakukan berbagai upaya untuk membuat resapan air. Seperti dengan pembuatan lubang biopori yang bisa meningkatkan daya serap atau menampung cadangan air,” tambahnya.

Manfaat lainnya, kata Ety, lubang biopori mengurangi genangan, karena air hujan akan masuk ke lubang tersebut. Selain itu, jelas Ety, lubang biopori bisa difungsikan untuk menampung sampah organik dan mengubahnya menjadi kompos.

“Sampah organik yang dibuang ke dalam lubang biopori bisa menyuburkan tanah dan menghasilkan mineral. Nah, kandungan-kandungan tersebut yang dibutuhkan oleh bumi. Manfaat lainnya adalah lubang biopori bisa mencegah terjadinya erosi,” jelasnya.

Dia menegaskan, keberadaan lubang biopori bisa dirasakan manfaatnya lima sampai sepuluh tahun mendatang.

“Ini merupakan investasi untuk anak cucu kita. Mudah-mudahan masyarakat sadar akan pentingnya membuat lubang biopori, minimal di halaman rumah masing-masing,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *