Breaking News
Home / Artikel / Imanmu Juga Tampak dari Siapa Sahabatmu

Imanmu Juga Tampak dari Siapa Sahabatmu

Dalam kehidupan sosial, erat kaitannya dengan interaksi. Dan manusia merupakan makhluk Allah SWT yang tidak bisa hidup sendiri, manusia satu selalu membutuhkan bantuan dari manusia lainnya. Manusia sebagai mahluk sosial memang tidak lepas dari interaksi sosial, dimana interaksi tidak hanya untuk saling mengenal saja, melainkan untuk dapat memenuhi kebutuhan hidupnya. Hidup berdampingan dengan manusia lain adalah keseharian yang tidak terelakan.

Hal ini berkaitan pula dengan tingkat keimanan seorang manusia. Dimana dalam perkara iman, tidak selalu tampak dari perilaku seseorang secara individu seperti ibadah dan amal shalehnya, tetapi juga dilihat dari siapa sahabat karibnya dan dengan siapa saja ia berinteraksi. Hal ini disebabkan karena seseorang akan cenderung nyaman bersama dengan orang yang memiliki kesamaan dengannya.

Oleh karena itu, memilih sahabat karib dalam pergaulan adalah hal yang amat penting. Karena kesamaan tabiat akan menarik satu sama lain walaupun pemilik tabiat itu pada awalnya adalah orang yang tidak saling mengenal. Imam Al Ghazali mengatakan bahwa terkadang seseorang yang mencintai orang lain bukan karena motif meraih keuntungan, bukan pula mendapatkan kekayaan darinya, tetapi lebih kerena ada kesamaan tabiat dan keserupaan kualitas batiniah dalam diri mereka.

Maka pantas saja kita sering mendengar nasihat untuk senantiasa bertemu atau bersahabat dengan orang-orang yang Sholeh. Tentu saja maksudnya mudah dipahami agar kesholehan orang tersebut “menular” dalam cara hidup kita, sehingga pikiran dan hati tidak mudah rusak karena membiarkan diri larut dalam pergaulan yang tak terkendali. Anjuran ini ternyata bersumber dari Al-Qur’an, dimana Allah memerintahkan agar kita berteman dengan orang Sholeh bahkan bersandar hidup dan berdampingan bersama mereka.

Dengan siapa seseorang bersahabat, sebenarnya disana tersirat apa yang menjadi keinginan dan tujuan paling diinginkan dalam hidup seseorang. Apabila seseorang hendak mendapatkan ridho Allah SWT maka ia akan mencari sahabat dengan tujuan yang sama. Sebaliknya, seseorang yang menghendaki kenikmatan duniawi, ia akan mendekat dan hidup bersama para pecinta dunia.

Mengenai persahabatan ini, Rasulullah menegaskan bahwa itu tidak saja berdimensi biasa, tetapi juga akan berpengaruh terhadap karakter, tabiat bahkan orientasi hidup seseorang. Oleh karenanya penting bagi setiap muslim dan muslimah memperhatikan dan mengenali karakter serta tabiatnya juga orang terdekatnya. Apakah sudah benar untuk kebaikan hidup di akhirat atau hanya sebatas kesenangan dunia saja.

Cerdaslah dalam memilih sahabat terdekat, berkumpullah dengan orang yang taat kepada Allah dan mengajak kita menuju ketaan yang sama, karena sahabat yang baik bukanlah orang yang selalu membenarkan perkataan, melainkan mereka yang mampu berkata benar. Sahabat yang selalu mengingatkan dan mengajak kepada kebaikan. Karena pentingnya masalah siapa sahabat dalam hidup ini, kelak di hari akhir manusiapun akan bertemu dan berkumpul dengan orang-orang yang dicintainya. Tentunya menjadi harapan semua orang agar dikumpulkan bersama orang-orang sholeh di akhir kelak dan termasuk kedalam golongan mereka. (Dinar Rahmayanti/STEI SEBI)