Home / Feature / Keistimewaan Seorang Guru

Keistimewaan Seorang Guru

 

Setiap manusia pastinya memiliki keahlian yang berbeda-beda sesuai dengan minat dan kemampuannya. Kemampuan atau keahlian tersebut dapat dituangkan dengan mencari pekerjaan sesuai skill yang dimiliki. Untuk mencari pekerjaan di zaman sekarang pun tentunya tidak mudah apalagi tanpa usaha dan doa yang keras mungkin saja apa yang diinginkan tidak dapat terwujud.

Salah satunya pekerjaan menjadi seorang guru tidak lah mudah. Mungkin untuk mahasiswa lulusan baru pun jarang bisa terjun menjadi seorang guru. Untuk menjadi seorang guru tanpa dilandasi dengan rasa sabar dan ikhlas tentu apa yang diajarkan akan sia-sia.

Guru adalah rangkaian dari 4 kata yang sangat sederhana namun bermakna. Setiap orang yang pernah menghabiskan beberapa waktunya untuk menuntut ilmu baik itu di sekolah, pesantren ataupun lembaga pendidikan yang lainnya pasti yang mengajarkan adalah seorang guru.

Ada ungkapan yang mengatakan bahwa “sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi sesamanya”. Ungkapan sebaik-baiknya manusia adalah sebuah ungkapan yang sangat pantas disematkan kepada seorang Guru. Manusia yang memiliki totalitas yang sangat tinggi meskipun dalam keadaan sakit dia tetap berusaha datang untuk mendidik murid-muridnya, meskipun sedang mengalami kelelahan akan tetapi dia tetap berusaha menjawab setiap pertanyaan yang ajukan oleh murid-muridnya itu adalah seorang guru.

Jika ditanya seberapa besar cinta yang dimiliki seorang guru maka sudah pasti cinta yang dimiliki oleh seorang guru sangat besar. Tak peduli latar belakang anak didiknya, tak peduli bentuk fisik muridnya, seorang guru selalu memberikan cinta yang sepenuh hati ketika mendidik muridnya. Cinta yang dinampakkan seorang guru tak selamanya dalam bentuk yang indah namun kadang dalam bentuk amarah namun sejatinya  semuanya adalah cinta namun tampak dalam bentuk berbeda.

Gaji seorang Guru pun tak seberapa dibanding dengan profesi yang lain namun seorang guru tetap mengajar dan mendidik dengan sepenuh hati. Gaji bisa jadi hanya urutan kesekian dari niatnya untuk mengajar karena tujuan utamanya mengajar adalah memberi manfaat kepada sesama manusia.

Allah SWT memberi balasan untuk guru atau pendidik yang mendidik dan mengajarkan kebaikan atau pelajaran yang bermanfaat, sama seperti orang-orang yang melakukannya. Rasulullah SAW bersabda:

“ Barang siapa yang mengunjukkan/mengajarkan kebaikan, pahalanya sama dengan orang yang melakukan kebaikan itu “. (HR. Muslim dari Ibnu Mas’ud dalam Kitab Faidul Qadir, Juz. 6, Hal. 127, Penulis: Al-Imam Al-Manawy Rahimahulloh).

Pada hakikatnya segenap ilmu baik dan berguna bagi manusia merupakan anugerah Allah kepada manusia, untuk menunjang tugas dan fungsinya sebagai hamba Allah dan Khalifah fil Ardh. Guru  yang berhasil mendidik dan mengarahkan anak didiknya ke jalan yang diridhai Allah, sehingga menjadi seorang shaleh dan bahkan mampu mengembangkan dan menyebarluaskan ilmunya, dijanjikan oleh Rasulullah SAW dengan banyak balasan yang tak terhingga. (Hana Nurul Jannah)