Breaking News
Home / Feature / KEKUATAN DALAM EKONOMI UMAT

KEKUATAN DALAM EKONOMI UMAT

Muhammad Arif (1985), yang mendefinisikannya sebagai “studi terhadap perilaku muslim dalam mengelola sumber daya, yang mana merupakan sebuah amanah, untuk mencapai falah”. Akram Khan (1984) menyampaikan bahwa ilmu ekonomi Islam adalah “studi mengenai falah (kesejahteraan) manusia yang dicapai melalui pengorganisasian sumber daya di dunia dengan dasar kooperasi dan partisipasi”.

Ekonomi syariah memiliki dua hal pokok yang menjadi landasan hukum sistem ekonomi syariah yaitu Al Qur’an dan Sunnah Rasulullah, hukum-hukum yang diambil dari kedua landasan pokok tersebut secara konsep dan prinsip adalah tetap (tidak dapat berubah kapanpun dan dimana saja).

Sedangkan Sistem ekonomi konvensional merupakan sebuah sistem dimana didalam terdapat aktivitas manusia untuk melakukan kegiatan produksi, distribusi, pertukaran dan perolehan serta konsumsi baik berupa barang ataupun jasa seperti juga kelebihan sistem ekonomi komando .

Állah SWT berfirman

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan riba dengan berlipat ganda dan bertakwalah kamu kepada Allah supaya kamu mendapat keberuntungan. AL – IMRAN :130

Di samping itu disadari dan diyakini pula, bahwa ekonomi konvensional yang berlandaskan pada sistem ribawi, ternyata banyak memiliki kekeliruan dan kesalahan dalam sejumlah premisnya, terutama rasionalitas ekonomi yang telah mengabaikan moral.

Perbedaan Ekonomi Syariah & Ekonomi Konvensional

Konvensional Syariah
Sistem konvensional menganggap ketika pertumbuhan ekonomi berjalan baik maka semua orang akan mencapai kepuasan individu yang diinginkan. Sementara ekonomi syariah berprinsip bahwa agama dan ekonomi memiliki kaitan yang sangat erat, dimana kegiatan ekonomi dilakukan sebagai ibadah.
Dalam ekonomi konvensional perjanjian kredit dikenal dengan adanya perjanjian baku. Perjanjian baku merupakan suatu perjanjian yang dibuat sepihak. Ekonomi syariah tidak mengenal adanya perjanjian baku. Perjanjian dalam ekonomi syariah dibuat oleh kedua pihak, misalkan antara bank dan nasabah.
Bank konvensional yang menggunakan sistem ekonomi konvensional berorientasi pada keuntungan bank syariah yang menggunakan sistem ekonomi syariah memperhatikan kebahagiaan hidup baik dunia maupun di akhirat.

Tujuan utamanya adalah meningkatkan ketentraman dan kesejahteraan umat serta memberikan kebahagiaan bukan hanya di dunia namun juga di akhirat. Umat yang dijelaskan disini maksudnya adalah bukan hanya umat muslim namun bagi seluruh umat yang ada di muka bumi.Kita tahu bahwa Islam memperbolehkan unuk bertransaksi dengan umat non muslim. Ketentraman dan kesejahteraan hidup dimaksudkan bukan hanya tentram dan sejahtera dalam memenuhi kebutuhan yang melimpah ruah di dunia saja melainkan agar dapat tentram dan sejahtera di akhirat nantinya, sehingga dapat dikatakan bahwa kesejahteraan dan ketentraman yang di  terjadi keseimbangan di dunia dan akhirat tidak terjadi berat sebelah.