Breaking News
Home / Oase / Maaf

Maaf

 

Kata maaf memang mudah diucapkan, namun, tidak semua orang bisa melakukannya dengan keikhlasan hati. Padahal kalau kita bisa melakukannya dengan tulus, akan sangat bermanfaat dan membuat hidup lebih tenteram. Untuk itu, sebaiknya kamu segera belajar memberi dan meminta maaf dengan baik sebelum hal-hal buruk terjadi.

Kesalahan yang terjadi antara manusia adalah hal yang lumrah , bahkan antara manusia dengan sang pencipta pun sering terjadi. Manusia yang senantiasa melakukan perbuatan yang dilarang oleh-Nya, didalam hal ini adalah melakukan kesalahan. Namun, bila ingin mengubah segala tindak dan perilaku kita , maka mulailah dengan sebuah kata “Maaf”. Tentu, bukan hanya sebatas kata yang kita ucapkan melalui bibir saja , namun perlu kita lakukan dengan sepenuh hati dan ikhlas.

Permohonan apa pun termasuk maaf haruslah didasari ketulusan dan kesadaran akan kesalahan yang telah kita perbuat. Hingga akhirnya kita berjanji untuk tidak mengulangi atau setidak-tidaknya untuk tidak melakukan kesalahan yang sama secara sadar . Ambil suatu , misalnya kita yang terbiasa mencari kesalahan orang lain , menggunjingkan orang lain , atau melakukan perbuatan yang berakibat merugikan orang lain secara sadar hendaknya dengan tulus dan sadar berjanji untuk berusaha tidak mengulanginya lagi.

Belajar memahami kata maaf itu lebih efektif kalau dimulai dari dalam rumah dan dari hal-hal paling kecil dan sering disepelekan. Efektif dalam arti bukan sekadar dari apa yang kamu lihat, namun apa yang kamu rasakan. Ketika kamu tidak sengaja menginjak kaki adik atau kakakmu dan langsung meminta maaf, itu adalah awal yang baik. Tidak perlu malah tertawa dan dijadikan bahan lelucon, meskipun hal itu terlihat akrab.

Pada akhirnya, maaf dan memaafkan bukan masalah yang sulit ketika kita bisa memahami dan menerapkannya dengan baik. Kapan saja, di mana saja, disengaja atau tidak disengaja seseorang melakukan kesalahan yang bisa merugikan diri sendiri atau orang lain. Tanpa adanya kata dan mekanisme saling memaafkan, betapa pengapnya hidup ini.

Jangan pelit mengulurkan jabat tangan persahabatan dan senyum kasih sayang. Memaafkan tidak berarti meninggalkan prinsip moral dan menggeser kebenaran, tetapi sikap mental untuk menyembuhkan dan menjahit luka yang menganga yang selalu muncul hampir setiap hari.

Mengingat manusia adalah makhluk yang lemah, sering lupa dan berbuat salah, salah satu asma Allah adalah Al-Ghafur. Dia yang Maha Pengampun, yang menghapus dan memaafkan dosa-dosa manusia. (Hana NJ)