Home / Oase / Membentuk Karakter Da’i di Era Globalisasi

Membentuk Karakter Da’i di Era Globalisasi

Belakangan ini banyak kita jumpai aktivis dakwah yang tengah gencar menyerukan dakwah, sehingga tak banyak mereka yang berdakwah melalui media sosial, sehingga seruam dakwah itu tetap tersampaikan dari jarak yang jauh. Aktivis dakwah mampu memulai dan mengembangkan kriteria berdakwah dengan bermacam macam, contoh saja ustadz Hanan Attaki, Ustadz Adi Hidayat, Ustadz Bahtiar Nassir dll. yang belakangan mulai viral di medai sosial. Beliau terkenal dengan gaya bicaranya berlogat sunda, gaya bahasanya yang renyah sehingga orang yang mendengarnya merasa nyaman dan mudah untuk di cerna.

Para aktivis dakwah harakiyah yang kesehariannya senantiasa bergelut dalam persoalan umat dan bernafas untuk meyerukan kepada ummat, oleh karena itu kehidupan aktivis dakwah merupakan panutan bagi para jama’ahnya. Karena sesungguhnya dakwah islam tidak bisa dilakukan dengan dengan bermain-main, kesungguh-sungguhanlah yang menjadikan dirinya untuk berjihad dalam agama islam. Banyak sekali kita jumpai aktivis-aktivis dakwah yang mengaku memiliki ghirah dalam islam, tetapi mereka tidank mencanangkan upaya yang bisa mengantarkan mereka ke tujuan mereka.
Menurut buku 10 pilar dakwah di era globalisasi oleh DR. Ahmad Satori Ismail, beliau menuliskan landasan seorang aktivis dakwah sebagai berikut:

1. Iman, landasan pertama yang harus dimiliki oleh aktivis dakwah adalah iman yang kuat di alam hatinya, sehingga hatinya mampu menerima dan mempercayai keberadaan Allah, ini merupakan hal wajib yang harus dimiliki, karena jika saja aktivis dakwah memiliki keberbedaan diantara hati dan mulutnya, maka sudah dipastikan neraka lah tempatnya tinggal kelak.

2. Ilmu Landasan yang kedua juga sangat penting bagi aktivis dakwah yang bergelut dengan kemaslahatan umat, pengetahuan serta wawasan yang luas sangatlah membantu seorang aktivis dalam dakwahnya, sehingga tak ayal banyak sekali umat muslim menghafalkan Al- Quran dan mempelajari Hadist.

Ilmu bagi seorang Da’i memiliki dua manfaat:
a. Untuk mengatur dakwah dan cara caranya
b. Untuk menyiapkan individu –individu muslim menghadapi era globalisasi saat ini

3. Mengamalkan islam dan menerapkan hukumnya. Landasan yang ketiga juga tak kalah pentingnya, karena setelah Da’i mendapatkan ilmu kemudian tidak disimpan saja di dalam memori ingatanya, namun harus diamalkan, dan diterapkan hukum-hukumnya dalam aspek kehidupan sosial.

4. Dzikrullah. Landasan ke lima sangat berpengaruh kepada seorang Da’i, tak hanya Da’i saja namun juga kita semua, mengingat Allah jalan kembali dari perbuatan-perbuatan yang melampaui batasa, sehingga termobilisasi dengan baik semua pekerjaan dan dakwah.

5. Ukhuwah, atau sering kita sebut tali persaudaraan, sebagai seoarang Da’i tidaklah sempurna apabila dirinya telah memenuhi kriteria dan melakukan 4 pilar di atas, namun disisi lain ada hubungan antara dirinya dengan Allah, ataupun dengan makhluknya yang salah, ini juga merupakan PR bagi seorang aktivis dakwah untuk saling meng akomodirkan dengan baik dalam kehidupannya.

6. Pemahaman yang tepat. Tugas seorang Da’i yakni berdakwah merupakan tugas yang sangat mulia, namun tidakm udah untuk menjalankannya, hanya orang yang memiliki bekal yang sepadan dengan kemuliaan dan keleluhurannya serta keyakinan yang kuat terhadap misi dakwah islam yang diembannya.

7. Peranan ikhlas dalam islam, acapkali landasan ini sangat mengganggu di hati seorang Da’i maupun Mad’u (orang yang mendapat dakwah) karena sifat ikhlas sangatlah berat untuk dilakukan, meskipun hal yang ringan, namun Allah telah menjanjikan kepada hambaNya yang ikhlas berupa pahala yang besar.

8. Tsiqoh, kuat atau tidaknya hubungan antara masyarakat dengan pemimpinnnya ditentukan oleh baik atau buruknya hubungan diantara keduanya. Untuk persatuan, kekuatan dan tercapainya tujuan antara Da’i dan Mad’u haruslah ada rasa kepercayaan satu sama lainnya.

9. Pengorbanan dalam dakwah, sangatlah besar. Hal ini terbukti ketika seorang Da’i harus berdakwah, meninggalkan anak dan istrinya untuk ummat. Karena itulah pengorbanan seorang Da’i harus ikhlas karena Allah (kembali ke point 7).

10. Sabar dan Istiqomah, sabar ada ketika tantangan atau masalah ada, oleh karena itu sabr merupakan sifat yang harus dibesarkan oleh seorang aktivis dakwah atau Da’i. Karena tidak sedikit tantangan ataupun cobaan dakwah di tengah tengah nantinya. Sehingga harus banyak memohon ampun kepada Allah agar dimasukkan kedalam golongan orang orang yang bersabar

Beberapa landasan atau pilar seorang aktivis dakwah ini ang dapat saya rangkum dari buku 10 pilar dakwah islam oleh DR. Achmad Satori Ismail. perlu kita ketahui sebelum terjun ke medan dakwah islam. (Hilda Islami Ahza)

Referensi buku: 10 Pilar Dakwah Islam di Era Globalisasi
Penulis: DR. Achmad Satori Ismail