Home / Oase / Mengenal Maqashid Syari’ah

Mengenal Maqashid Syari’ah

Segala sesuatu yang Allah SWT syari’atkan dalam hukum Islam selalu memiliki maqashid atau tujuan tertentu, seperti tentang kenapa muslim harus shalat, kewajiban menutup aurat, menjaga lisan, dan sebagainya. Semua itu tidak semata menjadi aturan yang tidak beralasan. Selalu ada sebab dan akibat serta tujuan terbentuknya aturan yang disyari’atkan.

Substansi maqashid sendiri berasal dari bahasa Arab, yaitu maqshad dari asal kata qashd yang berarti tujuan atau target. Menurut Dr. Oni Syahroni,M.S. dan Ir. Adiwarman A. Karim, S.E., M.B.A., M.A.E.P dalam bukunya yang berjudul Maqashid Bisnis & Keuangan Islam, definisi maqashid secara istilah adalah “Memenuhi hajat manusia dengan merealisasikan mashlahatnya dan menghindarkan mafsadah dari mereka”

Sedangkan syari’at atau bisa disebut syir’ah, artinya secara bahasa adalah sumber air yang mengalir yang didatangi manusia atau binatang untuk minum. Menurut istilah berarti hukum-hukum (peraturan) yang diturunkan Allah SWT melalui rasul-rasulnya yang mulia untuk manusia agar mereka keluar dari kegelapan ke dalam terang, dan menambah petunjuk ke jalan yang lurus.

Maka maqashid atau tujuan dari segala syari’at yang Allah tetapkan adalah demi terwujudnya kemashlahatan dan menghindarkan dari mafsadah atau kerusakan.

Imam Asy-Syathibi menjelaskan ada (5) lima bentuk maqashid syari’ah atau yang biasa disebut kulliyat al-khamsah (lima prinsip umum). Kelima maqashid tersebut, yaitu:

Maka maqashid atau tujuan dari segala syari’at yang Allah tetapkan adalah demi terwujudnya kemashlahatan dan menghindarkan dari mafsadah atau kerusakan.

Imam Asy-Syathibi menjelaskan ada (5) lima bentuk maqashid syari’ah atau yang biasa disebut kulliyat al-khamsah (lima prinsip umum). Kelima maqashid tersebut, yaitu:
– Hifzhud Diin (melindungi agama)
– Hifzhun Nafs (melindungi jiwa)
– Hifzhul Aql (melindungi pikiran)
– Hifzhul Maal (melindungi harta)
– Hifzhun Nasab (melindungi keturunan)  

Beberapa contoh maqashid syari’ah antara lain:

– Mengapa menikah merupakan salah satu ibadah yang dengannya seseorang akan menyempurnakan separuh agamanya? Maka salah satu maqashid syari’ah yang terpenuhi disini adalah hifzhun nasab atau melindungi keturunan. Dari segi mashlahatnya ummat Islam akan memperoleh bibit-bibit baru yang akan menjedi penerus dalam estafet dakwah ini. Menghindarkan dari mafsadah seperti maraknya perzinaan dan pembunuhan atau aborsi bayi dari hasil hubungan zina. Seperti firman Allah dalam surah Al-Isra’ : 32
وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا ۖ إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا
Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk 
– Apa maqashid dari bershadaqah? Yaitu melindungi harta agar bersih dari hak-hak milik sebagian muslim yang lain. 
– Kewajiban menuntut ilmu, adalah melindungi pikiran. Seperti dalam firman 

Allah QS. Al-Mujaadilah: 11

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قِيلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوا فِي الْمَجَالِسِ فَافْسَحُوا يَفْسَحِ اللَّهُ لَكُمْ ۖ وَإِذَا قِيلَ انْشُزُوا فَانْشُزُوا يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ ۚ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

Wahai orang-orang yang beriman! Apabila dikatakan kepadamu, “Berilah kelapangan di dalam majelis-majelis,” maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberikan kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan, “Berdirilah kam” maka berdirilah, niscaya Allah akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Dan Allah Mahateliti atas apa yang kamu kerjakan. 

– Maqashid dari larangan mengkonsumsi makanan dan minuman haram. Yaitu semata untuk melindungi diri dari segala mafsadah yang tidak diinginkan. Seperti narkoba dan minuman keras yang dapat merusak kesehatan jasmani juga rohani.

– Juga tentang larangan menyekutukan Allah. syirik menjadikan manusia bergantung kepada selain Allah, dan larangan syirik memiliki maqashid menjaga dan melindungi agamanya. Sebagaimana firman Allah dalam surah Adz-Dzariat: 56
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ
“Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia, melainkan supaya mereka beribadah kepadaku” 
Akan ada begitu banyak syari’at-syari’at Allah SWT yang lain yang dapat ditarik benang merahnya, sehingga kita tahu bahwa setiap hukum-hukum Allah SWT hadir untuk dapat membawa kita kepada kemashlahatan dan menghindarkan dari kemadharatan.(Fathimah Az Zahro)