Home / Oase / Pentingnya Siklus Dalam Setiap Proses Kehidupan

Pentingnya Siklus Dalam Setiap Proses Kehidupan

Allah bisa saja menciptakan, mengadakan segala suatu yang tidak ada dan meniadakan segala sesuatu yang ada, Dengan sekejap mata bahkan dalam hitungan detik Allah swt bisa merubah semuanya, akantetapi segala suatu yang di ciptakan Allah, pasti melalui siklus dalam proses pembuatannya sehingga Manusia bisa berfikir. Seperti dalam potongan ayat Al-Mu’minun dijelaskan siklus dalam proses pembuatan Manusia dengan terperinci yang artinya:

“Dan sungguh, Kami telah menciptakan Manusia dari saripati ( Berasal ) dari tanah. kemudian Kami menjadikannya air mani ( yang disimpan ) dalam tempat yang kokoh ( Rahim ). Kemudian, Air mani itu kami jadikan sesuatu yang melekat, lalu sesuatu yang melekat itu kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu lalu kami jadikan tulang belulang, lalu tulanng belulang itu kami bungkus dengan daging, kemudian kami menjadikannya makhluk yang berbentuk lain. Maha suci Allah swt. pencipta yang paling baik ( QS.Al-Mu’minun: 18:12-14)”.

Herakleitos, seorang filsuf yunani, berpendapat bahwa: Tidak ada satupun hal didalam semesta yang bersifat tetap atau permanen. Tidak ada sesuatu yang betul-betul ada semua berada didalam proses menjadi. karena itu ia percaya anasir utama dari alam semesta adalah Api, sebab apapun yang melewati api akan mengalami perubahan bentuk, walau demikian, semua unsur dalam Alam memiliki kekuatan masing-masing untuk melakukan atau membuat sebuah perubahan. Demikian juga dalam hidup kita yang dimana tidak hanya fokus bagaimana meraih kebahagiaan dalam ukuran banyaknya tumpukan harta yang bisa kita kumpulkan sehingga kita hanya kuat dalam hal ini, akan tetapi jika hanya itu sebagai tolak ukur dari kebahagiaan, maka ketahuilah bahwa sejatinya kita tidak akan menemukan kebahagiaan itu melainkan hanyalah penderitaan sesungguhnya. Karena kita melakukan hal itu hanya sekedar ambisi belaka untuk memenuhi kerakusan nafsu Manusia yang tak pernah ada habisnya.

Untuk menuju hidup bahagia yang sejatinya, yang benar-benar kita impikan itu tentunya kita harus memahami lebih dulu, dari mana kita ada,? untuk apa kita di ciptakan?, untuk apa kita bekerja?. Tolak ukur kebahagiaan dan kesuksesan menurut kamu itu seperti apa?. Apa dengan hanya memiliki uang banyak, bisnis melejit?. Itu yang perlu untuk kita tanyakan terlebih dulu pada diri kita, tentunya kita ada bukan sekedar langsung ada melainkan kita diadakan melalui peroses yang didalamnya terdapat siklus penciptaan kita, sehingga kita bisa besar sampai saat ini, kita tidak tiba-tiba tumbuh menjadi manusia yang besar dan dewasa melaikan melalui siklus dalam prosesnya, coba kita lihat proses kupu-kupu, kupu-kupu tidak langsung indah tanpa melalui siklus dalam prosesnya, coba kita lihat siklus dalam hidup seekor Kupu-kupu ( Metamorfosis ). Metamorfosis adalah peroses dari ulat menjadi hewan baru ( Fase sempurna ), yaitu Kupu-kupu, prosesnya terjadinya cukup panjang dan lama, namun sederhana, pertama mulai dari telur yang diletakkan oleh Kupu-kupu pada daun, tujuannya agar nantinya daun tersebut bisa menjadi pupa atau Kepompong dan dalam beberapa hari kemudian menjadi Kupu-kupu, perlu kita ingat bahwa segala sesuatu itu ada kadar takarannya seperti halnya dalam penciptaannya sehingga bisa menghasilkan suatu hal yang sempurna seperti Manusia, Allah menciptakan Manusia itu ada takaran waktunya seperti yang telah di jelaskan dalam Al-qur’an surah Al-Mu’minun diatas.

Allah mempasilitasi kita dengan akal supaya kita bisa memahami ilmu pengetahuan karena dengan adanya ilmu pengetahuan, berbagai perubahan dapat dijelaskan. dahulu orang beranggapan bahwa pergantian musim dan terjadinya hujan diakibatkan oleh pekerjaan dewa dewa. kini pengetahuan menjelaskan bahwa pergantian musim terjadi akibat perbedaan tekanan udara yang dipengaruhi kecondongan posisi matahari, demikian juga dengan proses pertumbuhan tanaman, dari benih hingga bisa menghasilkan buah, dahulu orang percaya bahwa ada kekuatan gaib yang bertanggung jawab atas berbuah atau tidaknya tanaman, sehingga dibanyak wilayah, upacara untuk mendatangkan kesuburan dilakukan, saat ini, ilmu pengetahuan mengatakan bahwa, tanaman berbuah melalui proses fotosintesis dan berbagai aktivitas kimia didalam tanah.

Apa yang bisa kita pelajari dari beberapa siklus mahluk hidup, baik manusia dan Kupu-kupu?, Apakah kita dapat menangkap persamaan dan perbedaannya?, apa yang dapat kita ambil sebagai sebuah pelajaran dalam kehidupan?, Jika kita seorang peneliti ilmu pengetahuan, mungkin dengan mempelajari metamorfosis tersebut akan memberikan kita inspirasi untuk mengembangbiakkan Kupu-kupu menjadi sebuah bisnis yang baru, Intinya adalah apapun dan bagaimanapun proses siklus yang dialami atau terjadi, tidak akan ada yang dapat mempercepat atau menghilangkan siklus atau tahapan-tahapan didalam siklus tersebut, yang terjadi adalah kita mempelajarinya untuk dapat mengembangkannya agar mendapatkan hasil yang kita inginkan dan harapkan.

Setiap tahapan tersebut memiliki hitungan dan ukuran yang umumnya menggunakan satuan waktu, misalnya tahun, bulan, minggu, jam, atau detik. Ukuran tersebut yang akan dipelajari untuk mengetahui perkembangan dan kebutuhan kondisi disetiap tahapannya.

Melalui pengetahuan pula, kita bisa melihat adanya keturunan dan siklus didalam berbabagai aspek kehidupan seorang ahli filsafat mengatakan , “ Kehidupan itu tidak diciptakan Tuhan dalam bentuk chaos”.
Jika kita mampu memahami berbagai siklus dalam proses yang ada dalam kehidupan kita, maka kita akan bertindak secara teratur sesuai sikluis yang ada, dan dengan begitu, kita akan memperoleh keberhasilan dan kesuksesan dalam hidup.(Zurriyatun Thoyyibah)