Home / Bisnis & Ekonomi / Potensi Pegadaian Syariah Menjadi Sumber Pembiayaan Baru

Potensi Pegadaian Syariah Menjadi Sumber Pembiayaan Baru

Menurut kitab Undang-undang Hukum Perdata pasal 1150, gadai adalah suatu hak yang diperoleh seorang yang mempunyai piutang atas suatu barang bergerak. Barang bergerak tersebut diserahkan kepada orang yang berpiutang oleh seorang yang mempunyai utang atau oleh orang lain atas nama orang yang mempunyai utang. Seseorang yang berutang tersebut memberikan kekuasaan kepada orang yang memberi utang untuk menggunakan barang bergerak yang telah diserahkan untuk melunasi utang apabila pihak yang berutang tidak dapat memenuhi kewajibannya pada saat jatuh tempo.

Perusahaan Umum Pegadaian adalah satu-satunya badan usaha di Indonesia yang secara resmi mempunyai ijin untuk melaksanakan kegiatan lembaga keuangan berupa pembiayaan dalam bentuk penyaluran dana ke masyarakat atas dasar hukum gadai seperti dimaksud dalam Kitab Undang-Undang perdata pasal 1150 di atas. Tugas pokoknya adalah memberikan pinjaman kepada masyarakat atas dasar hukum gadai agar masyarakat tidak dirugikan oleh kegiatan lembaga keuangan informal yang cenderung memanfaatkan kebutuhan dana mendesak dari masyarakat.

Dalam fiqh muamalah, perjanjian gadai disebut rahn. Istilah rahn secara bahasa berarti “menahan”. Maksudnya adalah menahan sesuatu untuk dijadikan jaminan utang. Sedangkan pengertian gadai menurut syara’ adalah menjadikan sesuatu barang yang mempunyai nilai harta dalam pandangan syara’ sebagai jaminan utang, yang memungkinkan untuk mengambil seluruh atau sebagai utang dari orang tersebut. Istilah rahn memiliki akar yang kuat dalam Al-Quran yaitu dalam QS. Al-Mudatsir : 38.

Tujuan Pegadaian Syariah
1. Turut melaksanakan dan menunjang pelaksanaan kebijaksanaan dan program pemerintah di bidang ekonomi dan pembangunan nasional pada umumnya melalui penyaluran pinjaman uang pinjaman atas dasar hukum gadai
2. Tindak pencegahan praktek ijon, pegadaian gelap, riba, dan pinjaman tidak wajar lainnya

Sedangkan manfaat pegadaian yaitu, sebagai berikut :
1. Bagi nasabah
a) Penaksiran nilai suatu barang bergerak dari satu institusi yang telah berpengalaman dan dapat dipercaya
b) Penitipan suatu barang bergerak pada tempat yang aman dan dapat dipercaya
2. Bagi perum pegadaian
a) Penghasilan yang bersumber dari sewa modal yang dibayarkan oleh peminjam dana
b) Penghasilan yang bersumber dari ongkos yang dibayarkan oleh nasabah yang memperoleh jasa tertentu dari perum pegadaian
c) Pelaksanaan misi perum pegadaian sebagai suatu badan usahs milik negara yang bergerak dalam bidang pembiayaan berupa pemberian bantuan kepada masyarakat yang memerlukan dana dengan prosedur dan cara yang relatif sederhana.

Peran dan Fungsi Pegadaian
1. Memberikan pembiayaan yang tercepat, termudah, aman dan selalu memberikan pembinaan terhadap usaha golongan menengah kebawah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi
2. Memastikan pemerataan pelayanan dan infrastruktur yang memberikan kemudahan dan kenyamanan di seluruh pegadaian dalam mempersiapkan diri menjadi pemain regional dan tetap menjadi pilihan utama masyarakat
3. Membantu pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat golongan menengah kebawah dan melaksanakan usaha lain dalam rangka optimalisai sumber daya perusahaan

Pegadaian menjadi salah satu lembaga keuangan yang memiliki keistimewaan tersendiri bagi nasabahnya. Pegadaian beroperasi dengan menggunakan prinsip syariah dan konvensional. Dilihat dari jumlah nasabah, pegadaian konvensional memiliki jumlah nasabah lebih besar dibanding pegadaian syariah, akan tetapi kenaikan pembiayaan pegadaian syariah setiap tahunnya lebih besar dibandingkan pegadaian konvensional. Sehingga yang menjadi pertanyaan, apakah masyarakat lebih menyukai pegadaian syariah atau pegadaian konvensional dalam memilih pembiayaan.

Perbedaan Pegadaian Syariah dan Konvensional
Perbedaan utama antara pegadaian syariah dan konvensional terletak pada mekanisme pembayarannya. Jika pegadaian konvensional memberikan bunga sebagai pembiayaan manfaat yang digadaikan, maka pegadaian syariah menggunakan akad ijarah. Akad ijarah merupakan perjanjian kredit antara bank dengan nasabah untuk menyewa barang atau objek sewa dimana bank memperoleh imbalan jasa hingga objek yang disewa tersebut dibeli kembali oleh nasabah. Dalil ini sudah tercantum dalam Al-Quran dan Al-Hadits sehingga tidak perlu diragukan lagi kehalalannya.

Kelebihan Pegadaian Syariah
1. Persyaratan yang cukup sederhana
2. Membutuhkan waktu yang singkat untuk memperoleh uang
3. Keanekaragaman barang yang dijadikan jaminan
4. Cukup dipungut biaya administrasi dan biaya ijarah
5. Pihak pegadaian syariah tidak mempermasalahkan alasan uang tersebut untuk apa
6. Dapat dilunasi sewaktu-waktu
7. Operasional pegadaian syariah telah dikeluarkan oleh MUI tentang kebolehannya

Strategi Pengembangan Pegadaian Syariah
1. Usaha untuk membentuk lembaga pegadaian syariah terus dilakukan sebagai usaha untuk mensosialisasikan prakterk ekonomi syariah di masyarakat menengah ke bawah yang mengalami kesulitan dalam mendapatkan pendanaan. Maka, perlu kerjasama dari berbagai pihak untuk menentukan langkah-langkah dalam pembentukan lembaga pedagaian syariah yang lebih baik.
2. Masyarakat akan lebih memilih pegadaian dibanding bank di saat mereka membutuhkan dana karena prosedur untuk mendapatkan dana relatif lebih mudah dibanding dengan meminjam dana langsung ke bank. Maka cukup alasan bagi pegadaian syariah untuk eksis di tengah-tengah masyarakat yang membutuhkan bantuan.
3. Pegadaian syariah bukan sebagai pesaing yang mengakibatkan kerugian bagi lembaga keuangan syariah lainnya, dan bukan menjadi alasan untuk menghambat berdirinya pegadaian syariah. Dengan keberadaan pegadaian syariah malah akan menambah pilihan bagi masyarakat untuk mendapatkan dana dengan mudah, selain itu hal ini akan meningkatkan tersosialisasikannya keberadaan lembaga keuangan syariah.
4. Pemerintah perlu mengakomodir keberadaan pegadaian syariah ini dengan membuat peraturan pemerintah (PP) atau undang-undang (UU) pegadaian syariah. Atau memberikan alternatif keberadaan biro pegadaian syariah dalam Perum Pegadaian Syariah.

Prospek Pegadaian Syariah
Prospek suatu perusahaan secara relatif dapat dilihat dari suatu analisa yang disebut SWOT atau dengan meneliti kekuatan (Strength), kelemahannya (Weakness), peluangnya (Opportunity), dan ancamannya (Threat)

Dukungan umat Islam yang merupakan mayoritas penduduk.perusahaan gadai syariah telah lama menjadi dambaan umat Islam di Indonesia, bahkan sejak masa Kebangkitan Nasional yang pertama. Hal ini menunjukkan besarnya harapan dan dukungan umat Islam terhadap adanya pegadaian Syariah. Dan dukungan dari lembaga keuangan Islam di seluruh dunia. Adanya pegadaian syariah yang sesuai dengan prinsip-prinsip syariah Islam adalah sangat penting untuk menghindarkan umat Islam darikemungkinan terjerumus kepada yang haram. Oleh karena itu pada konferensi ke 2 Menteri-menteri Luar Negeri negara muslim di seluruh dunia bulan Desember 1970 di Karachi, Pakistan telah sepakat untuk pada tahap pertama mendirikan Islamic Development Bank (IDB) yang dioperasikan sesuai dengan prinsip-prinsip syariah Islam..

Dari analisa SWOT tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa pegadaian syariah rnempunyai prospek yang cukup cerah, baik itu adalah Perum Pegadaian yang telah mengoperasikan sistem syariah maupun pegadaian syariah yang baru. Prospek ini akan lebih cerah lagi apabila kelemahan (weakness) sistem mudharabah dapat dikurangi dan ancaman (threat) dapat diatasi.

Prospek pegadaian syariah di masa depan sangat luar biasa. Respon masyarakat terhadap pegadaian syariah ternyata jauh lebih baik dari yang diperkirakan. Menurut survei BMI, dari target operasional tahun 2003 sebesar 1.55 milyar rupiah pegadaian syariah cabang Dewi Sartika mampu mencapai target 5 milyar rupiah.

Pegadaian syariah tidak menekankan pada pemberian bunga dari barang yang digadaikan. Meski tanpa bunga, pegadaian syariah tetap memperoleh keuntungan seperti yang sudah diatur oleh Dewan Syariah Nasional, yaitu memberlakukan biaya pemeliharaan dari barang yang digadaikan. Biaya itu dihitung dari nilai barang, bukan dari jumlah pinjaman. Sedangkan pada pegadaian konvensional, biaya yang harus dibayar sejumlah dari yang dipinjamkan.

Program Syariah Perum Pegadaian mendapat sambutan positif dari masyarakat. Dari target omzet tahun 2006 sebesar Rp 323 miliar, hingga September 2006 ini sudah tercapai Rp 420 miliar dan padaakhir tahun 2006 ini diprediksi omzet bisa mencapai Rp 450 miliar. Bahkan Perum Pegadaian Pusat menurut rencana akan menerbitkan produk baru, gadai saham di Bursa Efek Jakarta (BEJ), paling lambat Maret 2007. Manajemen Pegadaian melihat adanya prospek pasar yang cukup bagus saat ini untuk gadai saham.

Bisnis pegadaian syariah tahun 2007 ini cukup cerah, karena minta masyarakat yang memanfaatkan jasa pegadaian ini cukup besar. Itu terbukti penyaluran kredit tahun 2006 melampaui target.

Pegadaian cabang Majapahit Semarang misalnya, tahun 2006 mencapai 18.2 miliar. Lebih besar dari target yang ditetapkan sebanyak 11.5 miliar. Jumlah nasabah yang dihimpun sekitar 6 ribu orang dan barang jaminannya sebanyak 16.855 potong.

Penyaluran kredit pegadaian syariah Semarang ini berdiri tahun 2003. setiap tahunnya meningkat cukup signifikan dari Rp 525 juta tahun 2004 meningkat menjadi Rp 5,1 miliar dan tahun 2006 mencapai Rp 18,4 miliar. Mengenai permodalan hingga saat ini tidak ada masalah. Berapapun permintaan nasabah asal ada barang jaminan akan dipenuhi saat itu pula bisa dicairkan sesuai taksiran barang jaminan tersebut.

Perkembangan pegadaian syariah sudah cukup menggembirakan bagi lembaga keuangan syariah di Indonesia. Misalnya, data sampai akhir periode 2009, jumlah pembiayaan mencapai Rp 1.6 trilyun dengan jumlah nasabah 600 ribu orang, jumlah kantor cabang pegadaian sebanyak 120 buah, meskipun masih lebih kecil jika dibandingkan dengan kantor cabang pegadaian konvensional yang berjumlah 3.000 buah, jadi baru mencapai 4% saja. Diharapkan pada 2009, besarnya pembiayaan mencapai Rp. 2.8 trilyun dan jumlah kantor cabang pegadaian syariah mencapai 300 buah (Harian Republika, 24 April 2009).

Kinerja gadai syariah pada tahun 2017 naik 6,05% dibandingkan dengan 2016. Sedangkan kinerja Arrum tumbuh diatas 20% dan pembiayaan haji dan umroh (Arrum Haji) 49,3%. Kinerja pembiayaan kendaraan bermotor (Amanah) melonjak hingga 95%, sedangkan nasabah aktif tercatat diangka 745 ribu naik 5% dari tahun sebelumnya.

Melihat potensi pasar pegadaian syariah yang besar, maka tahun ini perusahaan menargetkan lini usaha tersebut bisa tumbuh hingga diatas 20%. Pertumbuhan pada 2017 telah mencapai diatas 15%.

Pegadaian menjadi salah satu lembaga keuangan yang memiliki keistimewaan tersendiri bagi nasabahnya. Pegadaian beroperasi dengan menggunakan prinsip syariah dan konvensional. Dilihat dari jumlah nasabah, pegadaian konvensional memiliki jumlah nasabah lebih besar dibanding pegadaian syariah, akan tetapi kenaikan pembiayaan pegadaian syariah setiap tahunnya lebih besar dibandingkan pegadaian konvensional. Terdapat beberapa kelebihan di pegadaian syariah dan dari tahun ke tahun prospeknya semakin meningkat. Dengan menjadi nasabah pegadaian syariah maka kita akan terhindar dari riba dan terhindar dari siksa neraka.(Nurazizah/STEI SEBI)