Breaking News
Home / Opini / Saksikan Bahwa Aku Seorang Muslim

Saksikan Bahwa Aku Seorang Muslim

Buku ini mengisahkan tentang kisah yang memperluas keislaman sekaligus dalam rangka menguatkan identitas kita sebagai seorang Muslim. Mungin belum banyak yang tau tentang Amr’bin Luhay seorang Alim dari Jazirah arab yang justru memperkenalkan cara beribadat pangan pada orang –orang Arab yang kejahiliyahannya ini yang ditumpas oleh Rasulullah SAW. Kemudian bagaimana hubungan antara beberapa kesultanan Islam di nusantara yang ternyata mempunyai hubungan dengan Turki Utsmani (Ottoman) yang nama pasukannya mirip. Seperti pasukan Pengeran Diponegoro yang bernama Alibasah, Basah dan Angadaulah yang sebenarnya serapan dari nama pasukan Turki yakni Ali Pasha, Pasha dan Agha Daulah masih banyak lagi yang dapat ditemukan di buku ini.

Ada 6 bagian yang di ceritakan dalam buku ini yaitu mengenai:

  1. Kain – Kain Rombeng

Dalam Bab ini mengisahkan tentang kisah – kisah jahiliyah sepanjang peradapan sejarah diungkapkan disini dan banyak hal yang dibahas di sini.

  1. Memintal Seutas Benang

Dalam bagian 2 ini Ustadz Salim A Fillah mengajak pembaca memulai memintai benang jati dirinya sebagai seorang Muslim. Seorang muslim seharusnya bangga dengan apa yang menjadi takdirnya sebagai seorang muslim tidak terpaku dengan panggilan “ muslim” tidak hanya terpaku pada lambang, slogan, emblem,jilbab, sarung, baju kokoh, dan lainnya.

  1. Menggelas Benang Lelayang

Ustadz Salim A. Fillah menekankan pada hakikat ibadah yang seharusnya diikat oleh 3 ikatan yang saling mengikat kuat diantaranya. Ikatan tersebut adalah:

  • Barang siapa menyembah Allah dengan cinta saja maka sungguh ia Zindiq.
  • Barang siapa menyembah Allah dengan harap saja maka ia adalah Murji.
  • Barang siapa menyembah Allah dengan takut saja maka ia Haruri.

Mukmin bertauhid menyembah Allah dengan ketiganya Takut, Harap, dan Cinta. Pada bagian ini juga di bahas pentingnya beribadah dengan ihsan. Dan lainnya.

  1. Menenun Jalinan Cinta

Pada intinya penulis Salim A. Fillah ingin menggambarkan suatu cita luhur terbentuknya sebuah masyarakat madani. Demi terbentuknya masyarakat madani maka tentu yang paling awal harus terbentuk adalah pribadi – pribadi muslim yang baik. Dan dari pribadi – pribadi yang baik berintegritas tinggi ini maka ‘ kudu’ dilanjutkan ke tahap keluarga. Nah dari setiap keluarga yang sakinah ini kemudian dapat diharapakan terbentuknya masyarakat yang madani.

  1. Menjahit Pola – Pola

Pada bagian ini Salim A. Fillah banyak bercerita tentang pentingnya menjaga interaksi dengan orang lain. Pentingnya bermuamalah pada sesame dalam bermasyarakat bisa jadi poin penting terbentuknya masyarakat madani. Interaksi yang terjalin tentu harus luas, tidak  terbatas pada sesama muslim tapi juga dengan non –muslim. Sehingga juga menjadi syiar bahwa islam adalah agama yang rahmatan lil ‘alamin. Ada juga sebuah kisah yang di ceritakan oleh penulis Salim A. Fillah. Jika ingin membaca nya yukk segera beli dan baca bukunya yaah..

  1. Menata Busana Bertiara

Di akhir bab ini Salim A. Fillah mengerucutkan segala pemahaman sebelumnya dalam suatu tujuan dakwah, eksistensi islam didunia. Salim A. Fillah menyusun buku ini ia ingin kita mengetahui bagaimana sebuah masyarakat madani itu terbentuk, diawali dari pembelajaran pribadi, belajar dari jahiliyah mengokohkan keyakinan akan mulianya seorang musim, membina keluarga dan saling bersinergi integral dengan masyarakat.

Kelebihan dan kekurangan dari buku ini yaitu luwes  dalam menjelaskan gagasan yang di sampaikan oleh Ustadz Salim A Fillah, melalui penggambaran situasi dan sastra. Walau demikian buku ini menjelaskan secara Kronologis, sehingga bisa jadi beberapa pembaca yang lupa akan tulisan yang telah ia baca sebelumnya ketika hendak membaca kembali. Buku ini cocok dibaca para aktivis dakwah ketimbang muslim secara umum, dikarenakan ada istilah – istilah berbahasa Arab yang tidak diberikan artinya sehingga pembaca umum akan kebingungan mengenai apa artinya.

Penulis: Salim A. Fillah
Halaman : 396
Penerbit : Pro U Media
Berat : 413
Tahun : 2007