Home / Oase / Segalanya Adalah Amanah

Segalanya Adalah Amanah

Dalam beberapa ayat Al-qur’an banyak diterangkan mengenai pertanggung jawaban atas segala yang Allah swt titipkan pada hambanya, terdapat dalam Al-qur’an surah Al-qiyamah Ayat ke-36 yang artinya:

“Apakah manusia mengira, bahwa ia akan dibiarkan begitu saja ( Tanpa pertanggung jawaban ) ? ( Qs. Qiyamah: 36 )”

Pada ayat diatas bisa kita artikan bahwa segala sesuatau yang ada pada diri kita dan segala aktivitas yang kita kerjakan akan dimintai pertanggung jawabannya di hadapan Allah swt karena semuanya itu adalah Amanah ( Titipan ),

“Tidak bergeser kedua kaki seseorang hamba nanti pada hari kiamat sampai Allah menanyakan kepada dia ( Tentang 4 perkara ), Tentang umurnya, dihabiskan utuk apa? Tentang ilmunya, diamalkan atau tidak ?, Tentang hartanya darimana ia peroleh dan kemana ia habiskan?, dan tenytang tubuhya ,cape/lelahmnya digunakan untuk apa?, ( HR.At-Tirmidzi )”.

Kemuliaan dan keagungan hanya milik Allah, Dzat yang maha kasih dan sayang (Ar-Rahman dan Ar-Rahim), Maha mendengar ( As-Sami ), Maha melihat ( Al-Bashir ), dan Maha lembut ( Al-lathiif ), atas kekuasaaan dan kasih sayangnyalah kita diberi nikmat berupa telinga, mata, Hhti dan akal sebagai Amanah, dengan anugrah inilah kita menerima aturan dan perintah dalam segenap kepercayaaan yang Allah Swt berikan pada manusia, dimana tak satu mahlukpun sanggup mengemban Amanah dan Kepercayaan yang Allah berikan.

Allah menciptakan langit dan bumi dengan tujuan yang suci dan jelas, Manusiapun harus memiliki tujuan sesuai fitrah ia diciptakan, Manusia harus sukses menjadi hamba dan Khalifah yang Allah tugaskan pada manusia, Allah Swt tidak memberikan tugas kepada hambanya tanpa diberi pasilitas untuk mencapai kesuksesan itu, untuk itu Manusia diberikan sejumlah potensi sebagai Instrument untuk menunaikan Misi Kekhalifahannya, kita dilahirkan sebagai mahluk tanpa daya dan upaya, tetapi Allah berikan nikmat berupa pendengaran, penglihatan, akal,dan hati kepada manusia, Allah menegas hal itu pada firmannya yang Artinya:

“ Allah mengeluarkanmu dari perut Ibumu tanpa mengetahui suatu apapun, dan dia memberimu pendengaran, penglihatan dan hati agar kamu bersyukur ( QS.An-nahl : 16:78, Al-Mu;minun :23:78,Al-mulk :67:23 )”.

Potensi adalah daya kekuatan, dan kemampuan yang luar biasa dahsyat bila sejak awal diketahui keberadaannya, dipupuk, dan diberikan lingkungan terbaik agar bisa tumbuh berkembang dengan maksimal, dengan mampunyai kita menggali potensi itu dan mengembangkannya dengan maksimal maka kita bisa sampe pada gerbang kesuksesan.

Pendengaran, penglihatan, akal dan hati diberikan Allah sebagai bekal dan sebagai Instrument utama untuk meraih pengetahuan, Hati adalah wadah ilmu pengetahuan dan alat untuk menginstruksikan segala aktivitas yang kita kerjakan dan mengetahui hal-hal yang bersifat Ilahi,dialah hati yang bersih dari nafsu duniawi.

Dengan potensi dasar itulah, Manusia belajar dalam keseluruhan perjalanan hidupnya, peroses proses membaca menjadi berkesinambungan tiada henti, pada proses ini memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada manusia untuk membuka jendela Dunia dan Akhirat karena proses ini manusia bisa memilih pengetahuan dan nilai apa saja yang dimiliki dan diyakininya sebagai proses bertumbuh dan berkembangnya kita menuju gerbang kesuksesan.

Dalam hal ini kita jangan keluar dari tujuan kita sebagai Khalifah yang akan dimintai pertanggung jawabannya sehingga kita tidak keluar dari ukuran batasan yang sudah ditentukan oleh sang penminta pertanggungjawaban sehingga kita mendapatkan kesuksesan yang sesungguhnya, karena segala hal yang kita kerjakan dan kesuksesan yang kita terima tidak lepas dari campur tangan Allah swt.(Zurriyatun Thoyyibah)