Home / Feature / Zakat Mampu Atasi Kesenjangan Eoknomi

Zakat Mampu Atasi Kesenjangan Eoknomi

Ilustrasi.

“Ibnu Abbas berkata : ‘Rasulullah Saw. Mewajibkan zakat fitrah untuk mensucikan orang yang berpuasa dari sesuatau yang tidak bermanfaat dan kata yang tidak terpuji, juga untuk memberikan makan orang-orang miskin”

Zakat adalah sejumlah harta yang wajib dikeluarkan oleh pemeluk agama islam untuk diberikan kepada golongan yang berhak menerima, seperti fakir miskin dan semacamnya, sesuai dengan yang ditetapkan oleh syariah.

Dalam hadits diatas menjelaskan bahwa zakat fitrah memiliki tujuan khusus untuk mensucikan harta muzakki (orang yang berzakat fitrah) dan membantu orang-orang miskin pada hari Raya Idul Fitri sehingga mereka bisa merasakan kegembiraan pada hari tersebut.

Seiring dengan teknologi yang semakin canggih, maka pembayaran zakat saat ini tidak harus dibayarkan kepada ‘amil zakat lagi dan tanpa perlu keluar rumah pun kita bisa membayarnya lewat media online. Dengan semakin mendukungnya fasilitas yang ada tidak ada lagi alasan yang membuat kita tidak membayar zakat. Sebagai seorang muslim kita memiliki rukun islam yang salah satunya adalah membayar zakat, nah apabila rukun islam tersebut tidak terpenuhi maka keislaman kita masih bisa dikatakan belum sempurna. Kecuali orang-orang yang tidak berkewajibkan membayar zakat maka mereka tidak diwajibkan membayarnya melainkan mereka berhak menerima zakat tersebut, misalnya seperti, fakir, miskin, muallaf, dan lain sebaginya.

Allah menyeru hamba-Nya untuk melakukan sesuatu bukan tanpa alasan melainkan didalamnya terdapat manfaat atau mashlahat untuk kedepannya. Nah, ada beberapa hikmahnya, diantaranya sebagai berikut :

Mengurangi kesenjangan sosial bagi mereka yang tidak berkecukupan
Membersihkan diri dari sifat kikir dan akhlaq tercela, serta membiasakan diri agar memberikan sebagian harta kita karena hakikatnya pada harta kita tersebut ada hak orang lain
Ungkapan rasa syukur atas nikmat yang Allah Swt berikan
Untuk mencegah timbulnya kejahatan-kejahatan yang mungkin timbul akibat kelemahan ekonomi

Secara umum dana zakat yang diterima oleh mustahiq akan meningkatkan daya belinya. Peningkatan ini akan mendorong peningkatan produksi barang dan jasa. Peningkatan ini akan mendorong peningkatan kapabilitas produksi, yang pada akhirnya secara agregat akan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Adapun peran zakat terhadap perekonomian yaitu, sebagai berikut :

Pertama, mendorong pemilik harta untuk kreatif mengelola hartanya. Jika seseorang mempunyai harta selama satu tahun dan telah melebihi nishab, maka ia wajib mengeluarkan zakat atas harta tersebut. Apabila harta tidak dikembangkan atau tidak diputar maka berpotensi wajib zakat. Namun, apabila hartanya diputar misalnya untuk investasi usaha, maka harta yang dipakai untuk investasi merupakan harta pokok yang dikurangi dari perhitungan zakat. Upaya ini tentu saja akan mendorong produksi sehingga perputaran uang di masyarakat akan meningkat yang pada akhirnya akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

Kedua, mendorong berbisnis yang baik dan benar. Syarat harta yang dizakati haruslah bersumber dari hasil yang baik dan benar (halalan thayibban). Oleh karena itu, islam memandang bahwa harta itu haruslah digunakan untuk yang baik-baik. Zakat memang menjadi pembersih harta, tetapi tidak membersihkan harta yang diperoleh secara bathil, maka hal yang akan mendorong pemilik harta untuk menginvestasikan hartanya bukan sekedar aspek untung saja, namun juga dengan memperhatikan nilai-nilai etika bisnis.

Ketiga, mendorong mempercepat pemerataan pendapatan. Pengelolaan zakat yang baik dan alokasi yang tepat sasaran, akan meningkat kepercayaan pada pengelola zakat. Peningkatan kepercayaan ini akan akan mendorong semakin banyaknya masyarakat yang menyalurkan dana zakatnya kepada mustahiq melalui ‘amil. Kondisi ini tentu akan mempercepat pemerataan distribusi harta, pendapatan dan kekayaan. Sehingga kesejahteraan semakin meningkat dan kemiskinan menjadi berkurang dan kesenjangan menjadi menurun.

Keempat, mendorong tumbuh kembangnya sektor riil. Kegiatan pendistribusian zakat dalam bentuk usaha produktif akan memberikan efek ganda dibandingkan dengan kegiatan pendistribusian dalam bentuk konsumtif, yaitu meningkatkan pendapatan mustahiq dan berdampak pada pertumbuhan ekonomi secara makro. Sektor moneter walaupun asetnya tertinggi di dunia, namun rapuh dan rentan pada perubahan kondisi ekonomi. Berbeda dengan sektor riil, yang lebih tahan terhadap perubahan ekonomi. Untuk itu pemberian zakat untuk membantu mustahiq yang dalam kategori pelaku UMKM, sangatlah mendorong arus perputaran barang dan jasa pada perekonomian. Meningkatnya arus perputaran barang dan jasa akan mendorong pertumbuhan ekonomi secara berkesinambungan.

Kelima, mendorong percepatan pembangunan negara. Ketidakmampuan mendapatkan akses kesehatan, pendidikan, sosial dan ekonomi, telah melahirkan kemiskinan di suatu negara. Kesehatan dan pendidikan adalah modal dasar agar memiliki SDM unggul. Namun, masih sering dijumpai ketimpangan, tidak meratanya pembangunan antara satu daerah dengan daerah yang lainnya. Zakat sebagai instrumen redistribusi harta sangat berperan untuk mempercepat kemudahan akses memperoleh kesehatan, pendidikan, sosial dan ekonomi. Dengan demikian diharapkan dapat memutus rantai kemiskinan dan mempercepat kesejahteraan rakyat.

Sebagai umat muslim mari kita tunaikan zakat agar keislaman kita menjadi sempurna dan agar orang-orang yang kekurangan dalam hal materi bisa merasakan kebahagian pada hari raya Idul Fitri. Mari kita jemput pahala yang berlipat ganda yang telah Allah janjikan. Serta dengan kita membayar zakat maka sedikit demi sedikit akan mengatasi kesenjangan ekonomi di negeri ini. [Nurazizah]